banner 728x250

Simposium Pemuda Selatan, Dari Pemuda Untuk Kota Cimahi Mengusung Tema “Keberpihakan Pemerintah Kota Cimahi Terhadap Peningkatan Kapasitas Building Pemuda Di Era Society 5.0”

   

Cimahi, Sabtu (11/05/2024) Bertempat di Teras Ciseupan Kelurahan Cibeber, kegiatan yang diinisiasi oleh Karang Taruna Kelurahan Cibeber mengadakan kegiatan Simposium Kepemudaan, yang dihadiri oleh para Aktivis Kepemudaan Kota Cimahi serta tokoh pemuda Kota Cimahi. Kegiatan berlangsung dinamis dengan gaya pemuda yang penuh semangat saat memaparkan ide serta gagasannya. Hadir dalam kegiatan tersebut para Ketua Karang Taruna Kelurahan di Wilayah Cimahi Selatan, Ketua Karang Taruna Melong Utama, Leuwigajah dan Tuan Rumah Ketua Karang Taruna Kelurahan Cibeber serta hadir pula tokoh pemuda Kang Dani dari Komunitas Madani, Kang Indra Sukmana Tochija serta moderator Kang Acil (Septian Anggi Suryana).

Usai kegiatan Simposium, Ketua penyelenggara sekaligus moderator acara tersebut, Septian Anggi Suryana atau lebih akrab disapa Kang Acil menjelaskan, “Kenapa kami mengadakan kegiatan seperti ini karena kami ingin menyediakan ruang-ruang diskusi yang konstruktif tentunya bagi sesama anak muda. Rencananya kegiatan ini akan dibuatkan notulensi yang akan kita rekomendasikan ke pihak Legislatif. Karena kami yakin bahwa hari ini Legislatif memiliki hak angket dan hak interpelasi untuk mengawasi kinerja pemerintah hari ini, serta menjembatani aspirasi kita para pemuda Kota Cimahi untuk pihak eksekutif. Kami juga akan melakukan audiensi juga karena beberapa yang kami undang berasal dari LKD nya masing-masing dan tentunya sudah ada kemitraan dengan pemerintah,” Terang Ketua pelaksana Simposium, Septian Anggi Suryana.

   

Ketua Karang Taruna Cimahi Selatan, Kang Dadi dalam tanggapannya mengungkapkan, “Menurut saya yang terjadi saat ini terkait dengan kepemudaan, saya kira Bonus Ledakan Demografi merupakan sebuah kecelakaan, dengan keadaan saat ini dimana para pemuda penerus bangsa sudah kecanduan narkoba bahkan siswa Sekolah Dasar sudah banyak menggunakannya jadi apa yang akan terjadi pada saat bonus Demografi nanti ?? tentunya hal ini akan menjadi sebuah musibah bagi Kota Cimahi. Intinya hal ini merupakan sebuah PR besar bagi kita para pemuda yang merupakan mitra pemerintah sesuai UU. Alangkah baiknya jika persoalan yang ada saat ini dibicarakan dengan pemerintah, agar pemerintah buka mata terhadap persoalan yang menyangkut kepemudaan,” Ungkap Kang Dadi.

Dari pihak tokoh pemuda yang hadir, Kang Indra Sukmana Tochija memberikan apresiasi atas undangan dan terselenggaranya kegiatan Simposium Kepemudaan Kota Cimahi, “Memang dalam kondisi makro sekarang ini ada Bonus Demografi yang tergambar dari PilPres yang mengambil wakil dari kepemudaan. Hal ini bukan saja dari sisi politik namun hal ini merupakan momentum bagi bangsa Indonesia karena kedepannya pemuda ini yang akan mengurus negara. Bonus Demografi yang tidak dimaksimalkan akan menjadi percuma. Saat dulu di Jaman Rasulullah sahabat Ibnu Abbas dalam keadaan genting diminta oleh Rasulullah berapa pemuda yang tersedia. Hubungannya dengan hari ini bahwa pemuda dapat memainkan peranan penting dalam mengisi pembangunan. Saya berharap para pemuda dapat mengambil posisi tentunya dengan kapasitas pemuda Cimahi yang memiliki potensi sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Cimahi sangat membutuhkan peranan pemuda dalam setiap pembangunan yang dilaksanakan di Kota Cimahi agar jangan sampai para pemuda ini menjadi penonton di Kotanya sendiri. Agar suatu saat nanti saat ledakan Demografi terjadi, para pemuda sudah siap dengan potensinya masing-masing.” Pungkas Kang Indra Sukmana Tochija.

Achmad Syafei

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *